Rumah, Senja, dan Jodoh


 

Mau punya rumah yang nyaman

Tidak perlu besar, yang penting halamannya luas dan lapang. Seluas hatiku, selega perasaanku, selapang ruahnya namamu di benak dan mataku.

Mau punya rumah yang sedikit ruang

Hanya untuk yang perlu-perlu saja. Sepertiku menyekat-nyekat hati sedikit-sedikit, hanya untuk yang perlu-perlu saja. Seperti membelah hidupku untukmu.

Aku ingin rumah

Rumah yang menjadi tambatan penat dan senyum. Menopang periuk atas untaian masa-masa keindahan dari lalu

Rumah yang mengukir aura kita, sebagai gemericik air terjun murni pada sebuah taman alam yang dindingnya berhiaskan kelebatan-kelebatan senyum milikmu yang menyambutku pulang

Aku ingin rumah yang berlangit-langit awan

Tempat sejuk berlantai tanah bertahtakan hijaunya rumput, mengalir air sekeliling luas, lega dan lapang

Aku ingin rumah, yang dikelilingi angin sepoi-sejuk

Tempatku menikmati senja, menyelami pandangan jauh tanpa jarak dan membiarkan angin membawaku. Jauh membawaku, menghampirimu. Jodoh.